Bad Mood

Seharusnya pulang liburan kemarin membuat Saya semakin segar dan bersemangat menghadapi hari-hari ke depan. Namun pulang liburan kali ini tidak begitu. Yah lumayan sih agak segar dan tidak jenuh, tapi akhir-akhir ini mood sedang tidak bagus dan memori-memori menyenangkan selama liburan pun tidak cukup untuk merubah mood yang sudah terlanjur jelek.

Akar masalah liburan kemarin tidak memberikan cukup kesenangan mungkin karena liburan ini saya gunakan sebagai pelarian dari kota, dari Jakarta dan segala isinya. Cukup senang sih, teman-teman liburan asik asik orangnya. Salah satu teman berlibur kemarin ada yang bilang “sebenernya liburan tuh senengnya cuma sebentar Ni” Kalo dipikir-pikir sih emang iya kayaknya. Apalagi yang liburannya seperti saya untuk melarikan diri.

image

Lari sejenak memang menyenangkan. Namun hanya sesaat seperti yang teman saya bilang. Namun pelarian sesaat tersebut memberi banyak pelajaran. Pelajaran dan hikmah apa saya sedang bad mood untuk share disini. Sekarang cuma mau cerita bad moodnya aja sih.

Bad mood karena target target tidak tercapai. Bad mood karena dikejar kejar mimpi tapi saya tidak bisa lari kemana-mana. Bad mood karena belum bisa merelakan yang lalu lalu. Bad mood karena kenyataan tidak sama dengan harapan. Bad mood karena bad mood ini gak hilang hilang dan saya terlalu lemah untuk kabur dari bad mood ini.

Seharusnya sih saya mencari akar masalah dari bad mood itu menghadapi dan menyelesaikannya, dari pada mengeluh atau melarikan diri. Karena pada akhirnya hal tersebut akan menarik kembali seperti pusaran black hole..

Tapi. Ah saya terlalu bad mood..